Kata yang sering kita dengar dan sering kita bayangkan akan kemudahan dan kesuksesannya, benarkah demikian? Menurt saya seorang wirausaha adalah seseorang yang mampu dan mau untuk dapat melihat dan menangkap peluang usaha sehingga mampu dikembangkan secara mandiri serta tidak terpaku secara garis perintah. Dalam arti kata wirausaha memberikan seseorang untuk dapat lebih mengembangkan kemampuan secara individual, dan mampu membuka jalan dalam menemukan solusi pemecahan masalah. Seperti kita lihat sekarang ini banyak sekali lulusan dari tingkat SMA/Sedarajat sampai Perkuliahan hanya menjadi pengangguran aktif. Dari sini kita perlu mengoreksi ulang apakah langkah pemerintah yang kurang mengenai sasaran ataupun dari masyarakat sendiri yang kurang mendukung adanya program-program pemerintah. Terlepas dari semua ini harusnya kita mempunyai langkah startegis bagaimana menjadikan manusia yang produktif. Berwirausaha ini dapat memberikan kita jalan untuk dapat mengembangkan kemampuan diri. Langkah berwirausaha ini penulis memberikan langkah sukses untuk menjadi wirausaha yang berhasil, adapun langkahnya sebagai berikut :
1. Mampu mengenali peluang usaha.
2. Mempunyai pengalaman.
3. Mampu dan mau.
4. Menentukan tempat usaha.
5. Membuat rencana pemasara.
Demikianlah langkah-langkah bagaimana menjadi wirausahawan yang mandiri dan mampu bersaing dengan dunia usaha yang semakin maju.
Program Penguatan Manajemen dan Pembelajaran Kursus dan Pelatihan yang dilaksanakan di LKP LPBM TEKNOKRAT memberikan banyak sekali manfaat bagi kami sebagai LKP SMART COMPUTER yang belum lama baru berdiri. Intinya kursus merupakan jembatan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri, profesi dan usaha mandiri. Fungsi manajemen yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Ini berarti akan berdampak pada peningkatan kompetensi pengelola LKP dibidang manajemen agar termotivasi untuk meningkatkan kinerja lembaganya serta dapat melakukan beberapa terobosan-terobosan baru.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa pendidikan nonformal (PNF) berfungsi sebagai pelengkap (complement), pengganti (substitute), dan penambah (suplement) pendidikan formal. Sasaran PNF adalah masyarakat yang belum pernah sekolah, putus sekolah atau yang tamat sekolah pada jenjang tertentu tetapi ingin menambah pengetahuan/keterampilan, telah bekerja tetapi masih membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam penyelenggaraan layanan PNF banyak melibatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai penyelenggara satuan pendidikan maupun berperan sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu satuan PNF sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Sisdiknas adalah lembaga kursus. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian berarti sumber daya dan pengelolaan lembaga kursus sepenuhnya berasal dari inisiatif masyarakat. Sementara, pihak pemerintah berperan memfasilitasi guna mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan layanan PNF bagi masyarakat, termasuk peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendididikan nonformal (PTK-PNF) yang ada di lembaga Kursus. Peningkatan mutu PTK-PNF diarahkan pada upaya pengembangan profesionalisme mengacu pada standar kompetensi sesuai dengan ruang lingkup dan spesifikasi pekerjaan yang diemban oleh setiap PTK-PNF yang bersangkutan. Dengan demikian ada kriteria dan parameter yang jelas dalam rangka rekruitmen, penugasan, penilaian dan pengembangan kompetensi bagi PTK-PNF sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam SNP tenaga kependidikan dituntut memiliki Standar Kompetensi Pengelola Kursus 2 standar kompetensi dan kualifikasi termasuk bagi bagi pendidik dan tenaga
kependidikan nonformal. Sampai saat ini belum ada standar kompetensi bagi PTK-PNF yang ditetapkan berdasarkan SNP, sehingga menyebabkan: (1) belum adanya keseragaman tingkat kompetensi dan kualifikasi PTK-PNF, (2) belum dapat menetapkan alat ukur yang akurat untuk mengetahui kompetensi PTK-PNF, (3) peningkatan mutu dan pembinaan yang dilakukan bagi PTK-PNF belum didasarkan pada analisis kebutuhan, dan (4) belum adanya sistem imbalan/kesejahteraan yang berkeadilan bagi PTKPNF. Berdasarkan pemikiran seperti diuraikan di atas, maka pada tahun anggaran 2007 Direktorat PTK-PNF menetapkan program rintisan sertifikasi bagi PTK-PNF yang dimulai dengan kegiatan penyusunan bahan masukan untuk penetapan standar kompetensi PTK-PNF, khususnya untuk tenaga kependidikan PNF yang berstatus sebagai Pengelola Kursus.
Sumber : Materi Bimtek PNF Di Aula Dinas Pendidikan Lampung Selatan

Belajar efektif memang
membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius. Memang dalam segala
hal keseriusan sangat menentukan. Buat apa kalau metode belajarnya
sudah tepat, tetapi dijalani dengan semau gue. Keberhasilan seseorang di
masa mendatang, terletak pada bagaimana dia menjalankan usahanya pada
masa sekarang. Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu
diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh keseriusan
dan tanggung jawab yang besar. Pada kesempayan kali ini, kami akan
memberikan beberapa cara belajar efektif. Selengkapnya, silahkan anda
simak dari SituSaja.
Berikut ini adalah cara belajar efektif paling tepat yang dapat anda terapkan :
1. Rangkumlah materi inti sehingga menjadi sebuah ringkasan. Dalam semua
materi pelajaran, pasti ada materi pokok. Nah, incarlah ini dan
ringkaslah sehingga memudahkan anda dalam memahami setiap detail
pelajaran. Dengan begitu, anda mampu memagang kuat apa yang sebenarnya
harus dikuasai.
2. Aktiflah. Jangan menunggu bapak atau ibu guru atau dosen mengajukan
sebuah pertanyaan kepada anda.Mulai sekarang, mulailah bertindak aktif
ketika sedang dalam proses belajar mengajar di kelas. Jangan pasif.
Dengan begitu, hal-hal yang sekiranya benar-benar belum anda fahami
mempunyai peluang lebih besar untuk langsung dijelaskan solusinya oleh
para pengajar anda.
3. Belajar kelompok. Nah, cara yang satu ini juga banyak memberikan
manfaat yang sangat besar bagi anda. Dengan menerapkan belajar bersama
atau kelompok, nantinya akan bisa saling sharing dengan teman-teman yang
lain mengenai pokok-pokok materi pelajaran yang mungkin sulit
dipecahkan atau difahami.
4. Mengembangkan materi pelajaran. Bagi sebagian besar pelajar, hal ini
masih sangat jarang dilakukan atau diterapkan. Padahal jika hal ini
dilakukan dengan baik, dampaknya akan sangat terlihat. Carilah segala
hal / pertanyaan yang belum ada dalam soal-soal latihan, dan nantinya
bisa anda tanyakan langsung kepada para bapak/ibu guru yang mengajar
pelajaran itu. Mulai sekarang, kembangkanlah materi sebanyak mungkin
agar bisa lebih mendalami materi pelajaran.
5. Kedisiplinan. Nah, hal ini merupakan salah satu kunci berhasil atau
tidaknya segala sesuatu. Tanpa adanya sebuah kedisiplinan, sepertinya
mustahil untuk mencapai hasil yang maksimal. Aturlah belajar anda dan
jalankanlah apa yang sudah anda rencanakan dengan disiplin tinggi.
6.Referensi. Untuk mendapatkan referensi pendukung, pada jaman sekarang
tidaklah sulit. Perpusatakaan sekolah / kampus sudah tersedia dengan
sangat lengkap. Kalau memang anda belum bisa menemukan referensi yang
anda inginkan, anda masih bisa menjelajah internet dengan sangat
leluasa. Hampir segala sesuatu tersedia di dunia maya. Gunakanlah
teknologi internet ini untuk mendukung belajar anda.

Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan
akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak.
Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan
teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.
Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk
menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana
sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki
dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah
satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.
1. Tentukan konsep hotspot Anda
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat
penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat
digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus
menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut
perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.
Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus
secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama).
Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa
mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang
sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda
harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot
tersebut.
2. Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet
ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang
cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung
yang akan mengakses layanan hotspot ini.
3. Membuat hotspot tanpa billing
Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).
Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem
Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu
beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.
Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini
harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL,
Cable, dan lainnya).
Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi
sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari
client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi
dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang
tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access
Point terpisah.
4. Membuat hotspot dengan billing
Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan
tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan
voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir
semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.
Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi
router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem).
Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya,
ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli)
dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu
dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa
bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan
konfigurasi saja.
5. Konfigurasi akses Internet
Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana.
Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem,
koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router
koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via
Access Point).
Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC
client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan
IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi
ini di buku manual perangkat Anda.
Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan
koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN)
biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi
biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router
Anda.
6. Masalah DHCP server
Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP
server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis
kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses
hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini
bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk
mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk
Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan
pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang,
maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang
akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah
pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.
Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user
yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi
alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.
Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh
diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa
username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah
mendapatkan IP dari DHCP server.
7. Memantau statistik user
Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login.
Masuklah ke router dan cari menu Account Table atau sejenisnya. Di
sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh
sistem.
Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan
jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak
ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa
lebih detail.
8. Enkripsi yang tepat
Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu,
aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu
diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero
configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi
yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.
9. Client yang ingin mengakses
Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk
kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan
pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik
hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login
dengan mudah.
Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa
DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area
yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas
kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua
petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang
kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot
lain yang lebih informatif.
Jika kita mendengar kata pendidikan memang tidak akan pernah habis untuk kita bicarakan, karena pendidikan telah menjadi akar hidup yang akan terus berkembang dan bersatu dengan kehidupan. Bagaimana menjadikan pendidikan sebagai modal landasan kearifan masyarakat Indonesia jika dilihat dari spektrum pendidikan itu sendiri sebagai penggembleng moral mental serta spiritual. Melihat kondisi bangsa kita yang saat ini seperti sedang “sakit” dan terlalu lama untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Koridor pendidikan yang semestinya dapat membangun bangsa ini menjadi lebih “sehat” terbukti kurang memberikan asupan “gizi” hanya karena tujuan pendidikan lebih digunakan untuk kepentingan ego masing – masing individu. Kenapa bisa sedemikian kita terpuruk dan sepertinya hari yang cerah itu masih sebatas angan bahkan cuma sekedar khayalan saja.
Melihat kondisi tubuh bangsa ini yang semakin banyak di hinggapi “penyakit” tentu membuat hati kita semakin memprihatinkan. Mental pendidikan semestinya selaras dengan langkah kehidupan berbangsa dan bernegara, akan tetapi semuanya seperti berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Kita lihat di televisi akhir-akhir ini bukan hanya dari kalangan kelas bawah akan tetapi banyak pejabat bahkan elit-elit tingkat atas melakukan tindakan yang banyak merusak kehidupan negara. Dari masalah kemiskinan, kelaparan penganggulangan bencana yang belum sepenuhnya terealisasi bahkan sampai tindak memperkaya diri sendiri ataupun golongan semakin menjadi-jadi bahklan seperti dilombakan. Seyogyanya jika kita kaji lebih dalam oknum yang melakukan “kegiatan” tersebut sedikit banyak telah mengenyam pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, tetapi mengapa pendidikan kurang memberi kontribusi dalam membentuk moral mental dan spiritual.
Padahal mencerdaskan kehidupan bangsa itu telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang seharusnya dijadikan tolak ukur sebatas mana individu itu memahami arti pendidikan itu sendiri. Sewajarnya jika pendidikan itu digunakan untuk mencerdaskan bangsa maka dimulai dari individu itu sendiri bagaimana dia bisa mencerdaskan diri sendiri sebelum individu tersebut mengimplikasikan pendidikan itu sendiri dalam dunia yang nyata atau sesungguhnya. Setiap manusia pun berhak mendapatkan layanan pendidikan sampai batas manapun, akan tetapi berkewajiban juga untuk membuat kata pendidikan itu lebih bermakna. Maksudnya bagaimana individu dapat berjiwa raga yang santun serta memiliki moral mental dan spiritual yang seharusnya sudah tertananm sejak seseorang itu mulai mengenal pendidikan, jangan sampai pendidikan dijadikan sarana untuk mencapai kepuasan diri dengan jalan dan hasil yang tidak sesuai dengan koridor pendidikan. Dalam pendidikan kita mengenal agama, pendidikan sosial, alam, moral, kesehatan dll. Akan tetapi mengapa dengan sekian banyak asupan “gizi” pendidikan masih banyak orang pintar yang hanya bisa menggunakan kepintarannya hanya untuk diri sendiri bukan untuk kehidupan bersama.
Semoga pendidikan lebih dipahami secara dalam lagi dan bukan hanya sekedar menjadi “pakaian” agar dapat mencari kekuasaan semata dan memanfaatkan tidak sesuai dengan semestinya. Dan hendaklah kita berkaca pada diri sendiri mau kita bikin apa negara ini. Semoga arah pendidikan sesuai dengan arah tujuan individu. Amin….