Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa pendidikan nonformal (PNF) berfungsi sebagai pelengkap (complement), pengganti (substitute), dan penambah (suplement) pendidikan formal. Sasaran PNF adalah masyarakat yang belum pernah sekolah, putus sekolah atau yang tamat sekolah pada jenjang tertentu tetapi ingin menambah pengetahuan/keterampilan, telah bekerja tetapi masih membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam penyelenggaraan layanan PNF banyak melibatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai penyelenggara satuan pendidikan maupun berperan sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu satuan PNF sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Sisdiknas adalah lembaga kursus. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian berarti sumber daya dan pengelolaan lembaga kursus sepenuhnya berasal dari inisiatif masyarakat. Sementara, pihak pemerintah berperan memfasilitasi guna mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan layanan PNF bagi masyarakat, termasuk peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendididikan nonformal (PTK-PNF) yang ada di lembaga Kursus. Peningkatan mutu PTK-PNF diarahkan pada upaya pengembangan profesionalisme mengacu pada standar kompetensi sesuai dengan ruang lingkup dan spesifikasi pekerjaan yang diemban oleh setiap PTK-PNF yang bersangkutan. Dengan demikian ada kriteria dan parameter yang jelas dalam rangka rekruitmen, penugasan, penilaian dan pengembangan kompetensi bagi PTK-PNF sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam SNP tenaga kependidikan dituntut memiliki Standar Kompetensi Pengelola Kursus 2 standar kompetensi dan kualifikasi termasuk bagi bagi pendidik dan tenaga
kependidikan nonformal. Sampai saat ini belum ada standar kompetensi bagi PTK-PNF yang ditetapkan berdasarkan SNP, sehingga menyebabkan: (1) belum adanya keseragaman tingkat kompetensi dan kualifikasi PTK-PNF, (2) belum dapat menetapkan alat ukur yang akurat untuk mengetahui kompetensi PTK-PNF, (3) peningkatan mutu dan pembinaan yang dilakukan bagi PTK-PNF belum didasarkan pada analisis kebutuhan, dan (4) belum adanya sistem imbalan/kesejahteraan yang berkeadilan bagi PTKPNF. Berdasarkan pemikiran seperti diuraikan di atas, maka pada tahun anggaran 2007 Direktorat PTK-PNF menetapkan program rintisan sertifikasi bagi PTK-PNF yang dimulai dengan kegiatan penyusunan bahan masukan untuk penetapan standar kompetensi PTK-PNF, khususnya untuk tenaga kependidikan PNF yang berstatus sebagai Pengelola Kursus.
Sumber : Materi Bimtek PNF Di Aula Dinas Pendidikan Lampung Selatan

Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan
akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak.
Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan
teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.
Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk
menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana
sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki
dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah
satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.
1. Tentukan konsep hotspot Anda
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat
penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat
digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus
menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut
perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.
Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus
secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama).
Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa
mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang
sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda
harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot
tersebut.
2. Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet
ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang
cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung
yang akan mengakses layanan hotspot ini.
3. Membuat hotspot tanpa billing
Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).
Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem
Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu
beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.
Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini
harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL,
Cable, dan lainnya).
Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi
sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari
client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi
dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang
tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access
Point terpisah.
4. Membuat hotspot dengan billing
Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan
tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan
voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir
semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.
Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi
router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem).
Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya,
ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli)
dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu
dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa
bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan
konfigurasi saja.
5. Konfigurasi akses Internet
Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana.
Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem,
koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router
koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via
Access Point).
Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC
client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan
IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi
ini di buku manual perangkat Anda.
Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan
koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN)
biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi
biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router
Anda.
6. Masalah DHCP server
Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP
server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis
kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses
hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini
bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk
mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk
Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan
pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang,
maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang
akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah
pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.
Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user
yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi
alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.
Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh
diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa
username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah
mendapatkan IP dari DHCP server.
7. Memantau statistik user
Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login.
Masuklah ke router dan cari menu Account Table atau sejenisnya. Di
sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh
sistem.
Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan
jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak
ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa
lebih detail.
8. Enkripsi yang tepat
Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu,
aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu
diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero
configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi
yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.
9. Client yang ingin mengakses
Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk
kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan
pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik
hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login
dengan mudah.
Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa
DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area
yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas
kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua
petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang
kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot
lain yang lebih informatif.
Siapa yang mau belajar lebih hemat? Dengan hemat pastinya kamu akan memiliki tabungan dong ya.. Nah, disini ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk belajar hemat dengan mudah:
1. Sebelum kamu akan membeli sebuah gadget, cobalah untuk berpikir berulang kali. Apakah gadget ini benar-benar beguna untuk kamu? Atau hanya kamu telah tergiur dengan kecanggihan gadget ini? Ayo, itu perlu banget kamu beli atau hanya ingin terlihat uptodate? :D
2. Apabila kamu termasuk orang yang seneng sekali dengan jalan-jalan atau sekedar nongkrong, kurangi jalan-jalan apalagi belanja di Mall. Karena di Mall sangat banyak "godaan" agar kamu tetap konsisten dengan pemborosan terbuka sangat lebar.
3. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu. Caranya dengan: kamu bisa buat list apa saja yang akan kamu beli pada setiap bulannya. Ingat, pada saat pembuatan list pembelian, kamu juga harus berpikir masak-masak, apakah barang atau apapun itu berguna untuk kamu atau tidak. Jangan beli sesuatu hanya karena "napsu belanja" saja. Be smart.
4. Cobalah sekali-kali kamu mengevaluasikan sendiri gaya hidup kamu. Jika terkesan terlalu boros atau ternyata pengeuaran lebih besar dari pemasukan, perlahan namun pasti kamu mencoba untuk merubah sedikit gaya hidupmu. Misalnya, kamu senang hang-out bersama sahabatmu di Mall, coba kamu terapi dengan hang-out disalah satu rumah sahabatmu. Lebih murah dan keceriaan tetap ada kan? :D
5. (Bila kamu yang punya pasangan) jadikan pasanganmu sebagai pengawas pengeluaranmu. Terkadang (khususnya bagi kamu si kaum muda, omongan pasangan sangat di dengarkan, kan?). Tapi bagi kamu yang belum mempunyai pasangan, orang tua atau sahabat bisa kamu jadikan sebagai pengawas pengeluaranmu. Orang terdekat biasanya lebih tau apa yang kamu butuhkan lho :)
6. Jadikan hobby sebagai sumber uang. Menarik ya, mengerjakan hal yang kamu sukai dan bisa menghasilkan uang. Siapa yang tidak mau? Disamping kamu akan lebih enjoy, kamu juga bisa mendapatkan penghasilan dari sesuatu yang kamu sukai. Misalnya, kamu suka masak kue, nah cobalah beberapa resep kue yang sedang trend, lalu kamu bisa jual. Fun! :D
Keyboard merupakan salah satu perangkat yang sering kita pakai pada saat menggunakan
komputer. Disini saya memberikan beberapa cara untuk mengetest apakah keyboard anda benar-benar handal atau tidak.

Anda cukup mengetikkan kalimat “
the quick brown fox jumps over the lazy dog” tetapi dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Buka notepad anda.
2. Tekan dan tahan tombol shift kiri dan shift kanan.
3. Ketik kalimat “the quick brown fox jumps over the lazy dog”. (Ingat tombol shift kiri dan shift kanan jangan di lepas).
4. Lihat apakah tulisan yang keluar lengkap sesuai dengan kata-kata di atas atau ada huruf yang hilang.
5. Semakin banyak huruf yang tidak keluar, maka semakin jelek kualitas keyboard anda.
Mengapa harus menulis kalimat “
the quick brown fox jumps over the lazy dog” ?
Karena kata-kata tersebut merupakan sebuah kalimat yang berisi semua huruf dalam alfabet yang biasa digunakan untuk menguji mesin tik dan keyboard komputer, dan dalam aplikasi lain yang melibatkan semua huruf dalam abjad Inggris.
Flashdisk merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan dalam penyebaran virus. Pada waktu kita memasukkan flashdisk ke USB komputer kita, maka secara default windows akan langsung membuka task baru dengan fungsi Auto play. Banyak sekali virus yang menggunakan fungsi Auto Play ini untuk menyebarkan diri mereka dan kemudian menginfeksi komputer kita.
Disini kita akan berusaha untuk meminimalisir virus masuk ke dalam komputer kita dengan cara meng-nonaktifkan fungsi Auto Play tersebut.
Berikut caranya :
- Klik Start –> run “gpedit.msc”
- Pilih Computer Configuration –> Administrative Templates
- Lalu Pilih System, cari file Turn Off Auto Play dan klik double
- Lalu centang pilihan enabled dan Turn Off Auto Play pilih All Drive
- Lalu klik OK, Tutup dan restart
Cara lain untuk meminimalisir virus masuk ke dalam komputer adalah dengan cara mengaktifkan user Guest dan selalu login dengan user guest tersebut. Karena dengan user Guest maka secara tidak langsung kita akan mematikan fungsi registry, karena Virus akan selalu manginfeksi file registry ini dan merubah value di dalamnya. Anda juga dapat meminimalisir virus masuk ke dalam komputer dengan selalu mengupdate anti virus secara rutin.